Senin, 20 Juli 2009

Menemukan Identitas Seni & Budaya Banjarnegara

Oleh Wahono | Pekauman. Madukara. Banjarnegara

Menelaah kembali perkembangan seni dan budaya bangsa pada saat ini harus bisa kita pilah-pilah jenis seni dan budayanya. Mengapa? Agar fokus pembicaraan kita tidak bias atau blur dalam bahasa grafis komputer. Dalam hemat penulis, sebelum kita membicarakan tentang seni & budaya dengan segala macam permasalahan-nya. Alangkah baiknya kita telaah terlebih dahulu identitas seni budaya kita. Terutama identitas seni dan budaya Banjarnegara.
  1. Dimana letak identitas seni budaya Banjarnegara ?
  2. Seperti apa identitas seni dan budaya Banjarnegara ?
Jika telah menemukan dua hal tersebut diatas, maka dari dua titik ini akhirnya kita dapat menganalisa permasalahan apa yang muncul dan harus di selesaikan secara bersama.
Saya yakin kita sepakat bahwa seni dan budaya Banjarnegara, HARUS kita lestarikan. Persoalan-nya adalah bagaimana caranya ?

Nah dalam hal ini, anggap saja letak dan seperti apa seni dan budaya Banjarnegara telah kita temukan. Dan kita telah masuk pada fase bagaimana harus menjaga dan melestarikan serta membudayakan-nya.

Pertama :
Perlu adanya upaya yang “ REGULLAR SUSTAINABLE EDUCATIVE “ yaitu sebuah program pendidikan yang kontinyu, berkesinambungan dan terus menerus ( disingkat RSE). Yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat. Terutama lembaga yang mengurusi pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Banjarnegara.
Melalui program RSE ini pada akhirnya dalam diri masyarakat akan terlahir KANTONG-KANTONG pelestarian & pengembangan seni dan budaya Banjarnegara . Muara program RSE ini pun harus mengerucut menjadi realisasi GAYUNG BERSAMBUT dengan sebuah program yang di sebut dengan program VISIT BANJARNEGARA CULTUR. Tujuan-nya adalah menjadikan setiap kantong – kantong seni dan budaya Banjarnegara sebagai tujuan wisata baik domestik maupun manca.

Memang tidak mudah untuk dapat mewujudkan program ini, namun demikian jika ada upaya yang keras serta dilandasi dengan iktikad yang baik untuk mewariskan tumpah darah beserta aset seni & budaya pada anak dan cucu kita. Saya yakin Banjarnegara akan bangkit menjadi kota yang maju dan dinamis tanpa meninggalkan identitas seni dan budayanya.

Kedua :
Setelah kita menemukan identitas seni dan budaya Banjarnegara, program yang paling dahsyat untuk menciptakan generasi penerus agar memahami, mencintai dan bangga dengan seni dan budayanya adalah MEMASUKAN seni dan budaya Banjarnegara kedalam KURIKULUM Muatan Lokal di sekolah-sekolah. Baik SD, SMP maupun SMA. Jika perlu identitas seni dan budaya Banjarnegara harus masuk dalam program extra kurikuler sekolah.
Berawal dari bangku sekolah inilah pendidikan dasar kecintaan dan kebanggan akan budaya sendiri akan di kembangkan dan di ajarkan kepada peserta didik sebagai generasi penerus perjuangan bangsa.

Ketiga :
Menciptakan metodologi baru mengenai program sosialisasi identitas seni dan budaya Banjarnegara. program ini bertujuan agar proses transformasi seni dan budaya Banjarnegara tidak di anggap ketinggalan jaman alias kuno. Misalnya, pada proses pendidikan di sekolah-sekolah, metodologi pengajaran-nya menggunakan MULTIMEDIA yang interactive dan menarik. Kemudian proses sosialisasinya-pun dengan menggunakan event-event yang menarik dengan menggandeng pihak swasta dengan icon artis yang menjadi idola. Perlu di ingat bawah, Inovasi menghadirkan icon ini hanya sebatas menjadikan sebuah magnet ketertarikan akan sebuah event sosialisasi. Selebihnya fokus lebih ditekankan pada bagaimana proses transformasi wacana pada masyarakat agar masyarakat dapat kembali menyadari pentingnya menemukan identitas seni dan budaya Banjarnegara, kemudian secara bersama – sama tergugah dan bangkit untuk melestarikan-nya.

Keempat :
Menciptakan wadah bersama bagi para pelaku, pemerhati dan pecinta seni dan budaya Banjarnegara. hal ini sangat penting sekali agar dinamika perkembangan seni dan budaya Banjarnegara dapat terus terakomodir dengan baik. Sebagai langkah awal, mungkin dapat di buatkan terlebih dahulu sebuah situs atau website khusus mengenai hal ini.

Sebagai kesimpulan, mari sebelum kita diskusi, berdebat dll mengenai pelestarian serta pengembangan seni dan budaya Banjarnegara. Terlebih dahulu secara bersama-sama kita temukan IDENTITAS SENI DAN BUDAYA BANJARNEGARA. ini sangat PENTING !!!! sebelum kita melangkah dan salah kaprah.

Pekauman, 20 Juli 2009

1 komentar:

Unknown on Rabu, 07 November, 2012 mengatakan...

Linggar's Blog

Posting Komentar

matursuwun sudah perpartisipasi kasih comment di blog saya. salam wongmbanjar

 

Tagline WFC - 01

Landasan Pikiran
Tuhan tidak akan pernah menguji suatu kaum diluar batas kemampuannya.
Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau untuk berubah.
Barang siapa bersyukur atas nikmatKu, maka nikmatKu akan Aku lipat gandakan. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sunguh siksaKu teramat pedih. Al-Khadis

Tagline WFC - 02

Perjuangan dan Cita-Cita
Membangun Nasionalisme tanpa dilandasi dengan pembangunan Priomordialisme yang proporsional adalah sebuah NIHILISME. by Soekarno

Tagline WFC - 03

Inspirasi & Spirit
Hanya kurang satu paku, kuda tidak bisa berjalan dengan optimal
Karena kuda yg satu tidak bisa berjalan dengan optimal, maka rombongan kurang satu kuda
Karena kurang satu kuda, pesan-nya tidak sampai
Karena pesan-nya tidak sampai, akhirnya kalah dalam pertempuran
By : 2Fast2Farious Toktyo Drift Film

Kalou kamu punya mimpi, bangun dan barjuanglah, JANGAN Tidur lagi
By Anggun C Sasmi

Tagline WFC - 04

Pengalaman Hidup
Takdir hanya dimenangkan oleh orang-orang yang mau mendekatkan diri padaNya
Pertempuran hanya dimenangkan oleh orang-oang yang mau berjuang keras dengan semangat yangg membara, penuh dengan integritas, dedikasi dan juga loyalitas.

Jika kamu tidak ingin di khianati, maka kamu tidak boleh mengkhianati
Kepercayaan hanya di dapat dari orang-orang yang jujur dan juga profesional
WongMbanjar Community Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template