Oleh Wahono – Pekauman – Madukara – Banjarnegara.22 Oktober 2009
Ada hal-hal yang menarik dari pengalaman tentang “ srawung urep “ dikampung halaman.
Bahwa keramah tamahan hidup di kampung benar – benar berbeda dengan di kota. Ini yang tidak bisa di lupakan dan hal ini pulalah salah satu nilai lebih budaya kita, budaya bangsa Indonesia yang harus di lestarikan.
Berikutnya adalah tentang gotong royong. Walau budaya ini sedikit memudar karena pergeseran nilai akibat faham materialisme. Namun demikian atmosfir ataupun suasana gotong royong masih cukup terasa terutama dalam hal, pembangunan jalan, jembatan, sungai, tempat ibadah, pengajian dan lain-lain.
Keramah-tamahan dan gotong royongan inilah sendi utama dalam pembangunan apapun, baik itu pembangunan organisasi, pembangunan sebuah perusahaan, pembangunan lembaga tak terkecuali pembangunan pemerintahan dalam berbangsa dan bernegara.
Dan ketika kita sedikit menelaah tentang dua hal pokok tersebut diatas yaitu bicara tentang keramahan dan juga gotong royong. Mungkin kita bisa sama-sama belajar dari tetangga bangsa kita yaitu negara Singapura. Bahwa keramah tamahan masyarakat singapura telah di terjemahkan lebih mendalam dalam makna yang cukup luas yaitu dengan mewajibkan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat pandai berbahasa asing lebih dari dua bahasa. Tujuan-nya jelas yaitu agar setiap wisatawan yang datang ke negara tersebut dapat dengan nyaman berkomunikasi tentang segala hal di Singapura. Sehingga tamu yang datang merasa “hommy”. Dan salah satu kunci kesuksesan program tersebut adalah adanya gotong royong diantara seluruh elemen masyarakat yang ada. Baik di tingkat legislatif, eksekutif, aparat, lembaga pendidikan, dinas pariwisata dan budaya maupun seluruh lapisan masyarakat. Bahkan sampai di level preman-pun terlibat untuk mensukseskan program tersebut. Walhasil program Singapura menjadi centre wisata Asiapun berhasil dengan gemilangnya. Bahkan sesama negara diwilayah Asiapun, akhirnya kita banyak berguru dengan negara yang satu ini.
Dalam konteks makro, kita telah mengerti dan bisa mengambil khikmah dari pelajaran tersebut diatas. Dan sat ini pembicaraan kita akan kita kerucutkan dan kita fakuskan pada persoalan mikro di level kabupaten, terutama dikota kita tercinta yaitu kota Banjarnegara.
Bagaimana sih agar Banjarnegara bisa maju dan terkenal di Indonesia bahkan di dunia Internasional?
Menurut hemat penulis, hal yang paling mendasar adalah MEMBANGUN KESADARAN DIRI.
Pembangunan Kesadaran diri ini meliputi :
Lalu bagimana dengan banjarnegara ?
Potensi sumber daya alam apakah yang kita miliki ? yang bisa dijadikan sebagai aset kabupaten yang barangkali tidak di miliki oleh kabupaten lain ? atau justru kita tidak memiliki potensi sumber daya alam yang bisa di jadikan sebagai aset kabupaten untuk masyarakat ?
Sumber daya alam tidak harus berupa tambang emas, minyak atau yang lain-nya. Hasil bumi berupa pertanian dan perikanan inipun jika di olah dengan optimal akan menjadi sebuah devisa yang luar biasa bagi pembangunan pemerintahan pada level kabupaten sekalipun. Dan fokus pembangunan di sektor pertanian yang dicanangkan oleh pemkab Banjarnegara 2009 ini, menurut hemat penulis sudah cukup tepat, mengingat 53,65% penduduk Banjarnegara menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Namun demikian disektor lainpun ternyata kita memiliki cukup banyak potensi yang luar biasa. Yang jika fokus menejemen pengelolaan-nya, mintenance-nya, distribusi-nya dan promosi-nya benar-benar ditangani secara profesional, saya yakin tidak sampai 5 tahun kedepan Banjarnegara dapat menyamai kabupaten lain bahkan dapat melesat melebihi kota lain di lavel kabupaten yg sama.
Beberapa hal penting yang menjadi catatan tersendiri bagi penulis tentang potensi yang luar biasa, untuk dapat dikembangakan di kemudian hari guna memajukan kota Banjarnegara diantaranya :
Namun demikian ada beberapa hal yang garus digaris bawahi kita bersama sebagai PR kedepan. Tentunya tidak hanya PR bagi bagi pemda semata, namun lebih jauh adalah PR bagi setiap elemen masyarakat yang merasa sebagai warga Banjarnegara. Yang peduli dan masih cinta terhadap Bumi Pertiwi. PR tersebut adalah :
Selamat datang PERUBAHAN !!!
Tulisan ini dipersembahkan juga buat para pejuang Banjarnegara yang masih exis maupun yang telah gugur. Semoga perjuangannya mendapatkan imbalan yang setimpal dari Tuhan YME.
Ada hal-hal yang menarik dari pengalaman tentang “ srawung urep “ dikampung halaman.
Bahwa keramah tamahan hidup di kampung benar – benar berbeda dengan di kota. Ini yang tidak bisa di lupakan dan hal ini pulalah salah satu nilai lebih budaya kita, budaya bangsa Indonesia yang harus di lestarikan.
Berikutnya adalah tentang gotong royong. Walau budaya ini sedikit memudar karena pergeseran nilai akibat faham materialisme. Namun demikian atmosfir ataupun suasana gotong royong masih cukup terasa terutama dalam hal, pembangunan jalan, jembatan, sungai, tempat ibadah, pengajian dan lain-lain.
Keramah-tamahan dan gotong royongan inilah sendi utama dalam pembangunan apapun, baik itu pembangunan organisasi, pembangunan sebuah perusahaan, pembangunan lembaga tak terkecuali pembangunan pemerintahan dalam berbangsa dan bernegara.
Dan ketika kita sedikit menelaah tentang dua hal pokok tersebut diatas yaitu bicara tentang keramahan dan juga gotong royong. Mungkin kita bisa sama-sama belajar dari tetangga bangsa kita yaitu negara Singapura. Bahwa keramah tamahan masyarakat singapura telah di terjemahkan lebih mendalam dalam makna yang cukup luas yaitu dengan mewajibkan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat pandai berbahasa asing lebih dari dua bahasa. Tujuan-nya jelas yaitu agar setiap wisatawan yang datang ke negara tersebut dapat dengan nyaman berkomunikasi tentang segala hal di Singapura. Sehingga tamu yang datang merasa “hommy”. Dan salah satu kunci kesuksesan program tersebut adalah adanya gotong royong diantara seluruh elemen masyarakat yang ada. Baik di tingkat legislatif, eksekutif, aparat, lembaga pendidikan, dinas pariwisata dan budaya maupun seluruh lapisan masyarakat. Bahkan sampai di level preman-pun terlibat untuk mensukseskan program tersebut. Walhasil program Singapura menjadi centre wisata Asiapun berhasil dengan gemilangnya. Bahkan sesama negara diwilayah Asiapun, akhirnya kita banyak berguru dengan negara yang satu ini.
Dalam konteks makro, kita telah mengerti dan bisa mengambil khikmah dari pelajaran tersebut diatas. Dan sat ini pembicaraan kita akan kita kerucutkan dan kita fakuskan pada persoalan mikro di level kabupaten, terutama dikota kita tercinta yaitu kota Banjarnegara.
Bagaimana sih agar Banjarnegara bisa maju dan terkenal di Indonesia bahkan di dunia Internasional?
Menurut hemat penulis, hal yang paling mendasar adalah MEMBANGUN KESADARAN DIRI.
Pembangunan Kesadaran diri ini meliputi :
- Pembangunan kesadaran diri akan potensi Sumber Daya Alam.
- Pembangunan kesadaran diri akan potensi Sumber Daya Manusia.
- Pembangunan kesadaran diri akan potensi Sumber Daya wisata & Budaya.
Lalu bagimana dengan banjarnegara ?
Potensi sumber daya alam apakah yang kita miliki ? yang bisa dijadikan sebagai aset kabupaten yang barangkali tidak di miliki oleh kabupaten lain ? atau justru kita tidak memiliki potensi sumber daya alam yang bisa di jadikan sebagai aset kabupaten untuk masyarakat ?
Sumber daya alam tidak harus berupa tambang emas, minyak atau yang lain-nya. Hasil bumi berupa pertanian dan perikanan inipun jika di olah dengan optimal akan menjadi sebuah devisa yang luar biasa bagi pembangunan pemerintahan pada level kabupaten sekalipun. Dan fokus pembangunan di sektor pertanian yang dicanangkan oleh pemkab Banjarnegara 2009 ini, menurut hemat penulis sudah cukup tepat, mengingat 53,65% penduduk Banjarnegara menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Namun demikian disektor lainpun ternyata kita memiliki cukup banyak potensi yang luar biasa. Yang jika fokus menejemen pengelolaan-nya, mintenance-nya, distribusi-nya dan promosi-nya benar-benar ditangani secara profesional, saya yakin tidak sampai 5 tahun kedepan Banjarnegara dapat menyamai kabupaten lain bahkan dapat melesat melebihi kota lain di lavel kabupaten yg sama.
Beberapa hal penting yang menjadi catatan tersendiri bagi penulis tentang potensi yang luar biasa, untuk dapat dikembangakan di kemudian hari guna memajukan kota Banjarnegara diantaranya :
- Dibidang Pertanian, Kita memiliki hasil kentang yang luar biasa di dataran tinggi Dieng. Terutama jenis kentang Varietas Granola yang di taksir berat oleh negara tetangga yaitu Singapura untuk dapat di import ke negaranya.
Kita memiliki hasil salak pondoh yang luar biasa, yang bisa bersaing juga dengan kwalitas asal salak pondoh yaitu sleman. Jika 2010 nanti benar-benar terealisasi program export salak ke China, maka hal ini menjadi berita gembira bagi para petani dan tentunya akan jadi devisa buat kabupaten juga. Lebih jauh lagi pendapatan masyarakatpun juga akan meningkat tentunya.Kita memiliki budidaya pohon Albasia/Sengon yang berhasil menyabet juara nasional dalam lomba Kontes Pohon Sengon dalam Rangka Lomba Penghijauan dan Konservasi Alam. - Dibidang Olahraga, cabang Tinju, Kita memiliki Kris Jhon yang berprestasi di dunia pertinjuan international kelas Bulu WBA super championship. Dan dicabang Pencak Silat, kita memiliki Lutfan Budi Santosa, atlet pencak silat asal Desa Wanadadi, Banjarnegara yang berhasil meraih medali emas dalam Asian Martial Art Games 2009 di Thailand.
- Dibidang Kreatifitas Seni, Kita memiliki kerajinan keramik yang luar biasa di wilayah kelampok. Terbukti bahwa baru-baru ini, pada tanggal 22-26 April 2009, di Balai Sidang Jakarta Convention, dalam sebuah acara yang bertitle “International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2009 “ salah satu pengrajin asal Kelampok - Banjarnegara yang bernama Supriyanti, berhasil menjadi pemenang dengan menyisihkan 1.700 peserta yang mengkuti acara tersebut.
- Dibidang Kuliner, Kita memiliki satu produk yang luar biasa yaitu “ Dawet Ayu Banjarnegara. Perpaduan yang tepat antara cendol beraroma pandan, santan yang dipadu dengan gula aren dan durian merupakan cita rasa khas Dawet Ayu asal banjarnegara.
Sayang produk ini belum di sertifiasi sepengetahuan penulis. Jika kita telah memiliki HAK CIPTA produk Dawet Ayu Banjarnegara, dan produk ini telah di standarisasikan resepnya. Saya yakin, Dawet Ayu Banjarnegara akan memiliki cita rasa yg sama dan khas ketika kita minum Dawet Ayu Banjarnegara, baik di kota Banjarnegara maupun di kota lain bahkan di belahan dunia. Sebagaimana kita merasakan Produk Mac D ataupun KFC.
Kita juga memiliki Keripik Kentang yang sudah melancong di berbagai negara. Terbukti pada bulan Juli 2009 lalu, produk Keripik Kentang asal Banjarnegara mewakili Jawa Tengah dalam acara Pameran Bahan Pangan di Kuala Lumpur. - Dibidang Pariwisata, Kita memiliki Dieng sebagai tempat wisata sejarah dan wisata alam yang luar biasa. Terletak di ketinggian 1700 – 2200 M dari permukaan laut, merupakan dataran tertinggi kedua di dunia setelah Nepal. Sebuah obyek wisata sejarah dan wista alam yang layak untuk di apresiasi tersendiri baik oleh kita sebagai warga masyarakat maupun pemerintah.
Kita memiliki Taman Rekreasi Marga Satwa Seruling Mas. Kita memiliki arung jeram yang sudah terkenal di seantero Indonesia. Kita memiliki obyek wisata PLA Mrican. Kita memiliki obyek wista Curug Pitu dll.
Namun demikian ada beberapa hal yang garus digaris bawahi kita bersama sebagai PR kedepan. Tentunya tidak hanya PR bagi bagi pemda semata, namun lebih jauh adalah PR bagi setiap elemen masyarakat yang merasa sebagai warga Banjarnegara. Yang peduli dan masih cinta terhadap Bumi Pertiwi. PR tersebut adalah :
- Pentingnya memiliki data base warga Banjarnegara yang telah sukses berdikari di wilayah lain. Sukses dalam arti tidak hanya di tinjau dari segi merial semata. Namun telaah kesuksesnya adalah bahwa warga Banjarnegara tersebut memiliki nilai kemanfaatan yang luar biasa di lingkungan-nya. Sehingga kita perlu merangkul warga tersebut sebagai wujud apresiasi tersendiri atas prestasinya. Sumbangsih ide, wawasan dan pengetahuan serta donaturnya untuk kemajuan kota Banjarnegara sangat di perlukan dalam proses pembangunan sebuah kota. Hal ini sangat penting dimata penulis. Semoga hal ini tidaklah berlebihan.
- Pentingnya merangkul berbagaimacam komunitas baik tua maupun muda yang berkembang di wilayah Banjarnegara. Komunitas ini biasanya bersifat pengembangan minat dan bakat serta hoby. Misalnya ; Komunitas Programmer, Komunitas sepeda motor, komunits mobil, komunitas band, monunitas mahasiswa dan pelajar, komunitas santri dll. Dalam konteks pentingnya membangun networking pada wilayah ini, penulis berpendapat bahwa, secara langsung maupun tidak langsung para komunitas ini sejatinya memiliki ide dan kreatifitas yang luar biasa. Selain para komunitas ini berfungsi sebagai kantong budaya yang berada di wilayah Banjarnegara, para komunitas ini juga terkoneksi dengan komunitas lain diluar wilayah banjarnegara. Sehingga secara tidak langsung komunitas ini telah menjadi public relation freelance bagi Banjarnegara sendiri. Dan kita dapat membayangkan saendainya pemda serius merangkul para komunitas ini, saya yakin program percepatan Banjarnegara menuju kota yang maju bakal segera terwujud.
Selamat datang PERUBAHAN !!!
Tulisan ini dipersembahkan juga buat para pejuang Banjarnegara yang masih exis maupun yang telah gugur. Semoga perjuangannya mendapatkan imbalan yang setimpal dari Tuhan YME.

0 komentar:
Posting Komentar
matursuwun sudah perpartisipasi kasih comment di blog saya. salam wongmbanjar