Aku bukanlah siapa-siapa...
Aku hanyalah bagian kecil dari ciptaan-Nya...
Jika aku menyebutku sebagai manusia...
Maka aku adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan makhluk lain...
Telah diberikan amanah pertama berupa pengabdian seutuhnya yakni hanya menjadi Abdullah yang baik....
Jika aku telah "sampai" maka amanahMu yang kedua boleh disandangnya yaitu sebagai khalifatullah...
Bagaimana agar aku bisa menjadi khalifatullah yang baik...?
Ternyata aku dituntut untuk lulus satu fase yaitu menjadi pemimpin yang baik bagi diriku sendiri...
Lalu...bagaimana agar aku dapat memimpin yang baik bagi diriku sendiri….?
Ternyata aku harus tau terlebih dahulu bagaimana menjadi abdullah yang baik....
Trus...bagaimana aku harus jadi abdullah yang baik...?
Ternyata aku harus tau dan belajar tentang makrifat...
Dan bagaimana agar akun dapat bermakrifat...?
Ternyata aku harus mengenali diri sendiri dengan baik....
Bagaimana aku dapat mengenali diri sendiri dengan baik...?
Ternyata aku harus menumbuhkan kesadaran diri yang tinggi.
Dari titik kesadaran diri inilah akhirnya aku dapat bersyukur dengan sepenuh hati....
Dan dari ungkapan syukur yang tulus inilah akhirnya aku menemukan sebuah kata " rasa tau diri yang mendalam "
Dan dari sinilah aku dapat kenal dan mengenali siapa aku, bagaimana aku, mengapa aku dan knapa aku....
Hidup hanyalah Senda Gurau...
Hidup hanyalah Laksana Mampir Minum...
Hidup adalah Panggung Sandiwara...
Hidup adalah Perjuangan...
Hidup adalah Pilihan...
Hidup adalah Pengabdian…
Han hidup adalah Ibadah...
Jika hidup ini adalah mati....maka mati itulah sebenarnya hidup...
Jika hidup itu tidak ada...maka tidak ada itulah sebanarnya ada dan hidup...
Apa yang aku ketahui saat ini, sebanarnya aku juga tidak tau....
Aku hanyalah sekedar aktor yang telah tercasting olehNya...
Aku tidak begitu faham apa peran yang ku mainkan saat ini...
Aku hanya tau bahwa aku harus bertasbih, bertahmid, dan bertahlil di setiap waktuku...
Hidupku semata-mata pengabdian untukNya...
Menjalani peran sebaik-baiknya...
Agar tidak sampai salah casting atau bahkan lari dari job description...
Sambil menikmati prosesnya dari waktu ke waktu...
Dan segala hasil, sepenuhnya hak mutlakNya...
Aku hanya mampu berharap dan tiada yang lain hanya berharap...
Sebuah harapan tak berarti sebuah keharusan...
Tetapi sebuah harapan yang telah terbentang…,
Adalah laksana sajadah panjang membentang,
Harapan yang telah tersiram oleh air kesucian berupa landasan iktikad….
Maka iktikad inilah yang dikudian hari terus aku bakar...
Agar dapat menjadi sebuah kata TEKAD.
Dan tekad yang membara inilah yang aku jadikan kekuatan untuk terus berjuang untuk mewujudkan harapan...
Berhan bakar cinta, menggunakan NOZ kasih dan turbo power sayang....
Ku berdiri tegap menghadapkan wajahku menuju kiblatMu...
Menjadi imam bagi pendamping hidup dan buah hati....
Hingga ajal menjemput menuju gerbang keabadian....
Berlari mecari rasul pembimbing menuju cintaMu yg abadi...suci...tulus...dan agung....
Malang, 09 feb 2009 | 01.54
Wahono with love
The United Indonesian Indie Revolution

0 komentar:
Posting Komentar
matursuwun sudah perpartisipasi kasih comment di blog saya. salam wongmbanjar