Kamis, 23 Juli 2009

MENGERUCUTKAN ARAH PERGERAKAN PEMUDA BANJARNEGARA

Oleh : Wahono | Pekauman. Madukara. Banjarnegara

Momentum penting pergerakan pemuda Indonesia telah di tandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda Indonesia ( 28 Oktober 1928 ). Memontum ini melahirkan RUH berupa nilai-nilai semangat persatuan dan kesatuan. Selain itu momentum Sumpah Pemuda inipun telah melahirkan konsep Networking antar organisasi kepemudaan di seluruh nusantara. Akar terciptanya momentum ini adalah adanya kesamaan niat untuk dapat MERDEKA dari penjajahan. Kemudian kesamaan niat ini mengerucut dan terikat oleh sebuah benang merah berupa TEKAD yakni :
  1. Tekad untuk bertumbah darah satu, tanah air Indonesia.
  2. Tekad untuk berbangsa satu, bangsa Indonesia.
  3. Tekad untuk menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Belajar dari sejarah pergerakan pemuda nasional tersebut, penulis bermaksud untuk dapat memberikan sedikit inspirasi pada kita semua yang menyebut dirinya sebagai anak muda Banjarnegara. Yang mengaku masih peduli dan cinta terhadap tanah kelahiran Banjarnegara.

Dari kajian ini seyogyanya pada saat ini kita harus sudah mulai menganalisa berupa :
  1. Ada berapa banyak organisasi kepemudaan di Banjarnegara, baik yg formal seperti karang taruna maupu non formal seperti komunitas.
  2. Pada tiap-tiap organisasi kepemudaan di wilayah Banjarnegara, kita klasifikasi jenis atau bidang yang di gelutinya. Baik organisasi maupun komunitas pecinta IT, Pendidikan, Musik, Kesenian Kradisi, Kerajinan, Keagamaan, Sosial, Pertanian, dll.
Jika dua hal tersebut diatas telah terdata dengan baik, maka propaganda berupa nilai-nilai semangat persatuan dan kesatuan pemuda Banjarnegara, HARUS mulai di dengungkan.

Hanya dengan jiwa persatuan dan kesatuan pemuda inilah kita bisa membangun POWER yang dahsyat. Sebuah kekuatan yang membumi, yang mampu membuat perubahan laksana air yg dalam…tenang namun sangat menghanyutkan. Tenang tanpa adanya konflik kepentingan dan politik, menghanyutkan karena banyaknya ide atau torobosan baru berupa gagasan yang mampu melangitkan menejemen. Manjadikan konsep Otonomi daerah yang membumi namun tetap menasional.

Jika jiwa – jiwa ini telah tertanam dengan baik pada diri anak muda dan kantong-kantong organisasi kepemudaan di seluruh wilayah Banjarnegara. Maka fase berikutnya adalah kita HARUS mampu mengerucutkan nilai ini menjadi sebuah wacana berupa satu suku kata yakni “ MERDEKA “.

PEMUDA BANJARNEGARA HARUS MAMPU :
  1. Memerdekakan diri dari penjajahan KEBODOHAN ( Pendidikan )
  2. Memerdekakan diri dari penjajahan Faham Ketergantungan ( Harus berjiwa Mandiri )
  3. Memerdekakan diri dari penjajahan Ekononmi ( Kapitalis )
  4. Memerdekakan diri dari penjajahan Spiritual ( Sekularis )
  5. Memerdekaan diri dari penjajahan budaya bangsa asing.
Jika pengerucutan ini telah masuk kedalam jiwa anak muda Banjarnegara. Maka momentum ini harus disambut dengan baik dengan sebuah IKATAN yang SAKRAL berupa :
SUMPAH PEMUDA BANJARNEGARA, Yakni sebuah ikrar bersama untuk memajukan kota banjarnegara dari berbagai sisi menurut kemampuan dan kadar tiap-tiap pemuda dan atau organisasi ataupun komunitas kepemudaan yang ada di banjarnegara. Dimanapun dan kapanpun kita berada selalu berfikir “ Apa yang dapat kita persembahkan untuk kota tercinta Banjarnegara “.

Ikrar SUMPAH PEMUDA BANJARNEGARA inipun seyogyanya di pilih pada hari yang dianggap penting bagi kota Banjarnegara, atau dapat di pilih pada hari dan tanggal yang sakral bagi bangsa indonesia. Misalnya saja dipilih pada saat hari jadi kota Banjarnegara atau pada saat sumpah pemuda Indonesia di dengungkan atau bisa pada saat momentun kebangkitan nasional di lahirkan.

Mengapa perlu dipilih hari yang tepat dengan mengikuti hari yang bersejarah bagi kota Banjarnegara pada khususnya atau pada hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia pada umumnya ?

Karena kita sebagai pemuda Banjarnegara telah belajar dari sejarah bahwa ketika Tuhan menciptakan makluk di alam semesta ini, Tuhan telah memilih makhluk yang paling sempurna yaitu manusia. Demikian juga ketika Tuhan menciptakan berbagai macam jenis batu, maka Tuhanpun juga menciptakan adanya batu mulia. Demikianpun ketika Tuhan menciptakan bulan dalam hitungan hari bahkan waktu (jam) sekalipun, maka Tuhanpun telah menciptakan adanya bulan, hari dan waktu yg mulia dan mustajab. ( Bulan Ramadhan, hari jum’at dan sepertiga malam )

Dari sinilah kita sebagai pemuda tidak akan gegabah untuk sekedar memilih momentum hari, untuk menentukan kapan dilaksanakan-nya hari yang tepat sebagaimana ajaran agama, budaya dan adat jawa kita.

Melalui tulisan ini saya berharap, semoga kawan-kawan aktifis organisasi kepemudaan di kota banjarnegara dapat tergugah untuk segera merapatkan barisan. Membentuk networking bersama dan menggali kembali tekad untuk maju bersama.
Bersatu kita teguh, berjalan sendiri-sendiri kok gak asyik ya….???

Pekuaman, 23 Juli 2009

2 komentar:

joe on Jumat, 30 Oktober, 2009 mengatakan...

okey bgt. setuju.

Wahono on Minggu, 01 November, 2009 mengatakan...

nek wong mbanjar ya kudu setuju. lha nek ora setuju priben jajal....kekekekekek....
salam wongmbanjar.

Posting Komentar

matursuwun sudah perpartisipasi kasih comment di blog saya. salam wongmbanjar

 

Tagline WFC - 01

Landasan Pikiran
Tuhan tidak akan pernah menguji suatu kaum diluar batas kemampuannya.
Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum, jika kaum tersebut tidak mau untuk berubah.
Barang siapa bersyukur atas nikmatKu, maka nikmatKu akan Aku lipat gandakan. Dan barangsiapa kufur terhadap nikmatKu, sunguh siksaKu teramat pedih. Al-Khadis

Tagline WFC - 02

Perjuangan dan Cita-Cita
Membangun Nasionalisme tanpa dilandasi dengan pembangunan Priomordialisme yang proporsional adalah sebuah NIHILISME. by Soekarno

Tagline WFC - 03

Inspirasi & Spirit
Hanya kurang satu paku, kuda tidak bisa berjalan dengan optimal
Karena kuda yg satu tidak bisa berjalan dengan optimal, maka rombongan kurang satu kuda
Karena kurang satu kuda, pesan-nya tidak sampai
Karena pesan-nya tidak sampai, akhirnya kalah dalam pertempuran
By : 2Fast2Farious Toktyo Drift Film

Kalou kamu punya mimpi, bangun dan barjuanglah, JANGAN Tidur lagi
By Anggun C Sasmi

Tagline WFC - 04

Pengalaman Hidup
Takdir hanya dimenangkan oleh orang-orang yang mau mendekatkan diri padaNya
Pertempuran hanya dimenangkan oleh orang-oang yang mau berjuang keras dengan semangat yangg membara, penuh dengan integritas, dedikasi dan juga loyalitas.

Jika kamu tidak ingin di khianati, maka kamu tidak boleh mengkhianati
Kepercayaan hanya di dapat dari orang-orang yang jujur dan juga profesional
WongMbanjar Community Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template